{"id":1010,"date":"2026-08-12T03:48:14","date_gmt":"2026-08-12T03:48:14","guid":{"rendered":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/?p=1010"},"modified":"2026-08-12T03:51:23","modified_gmt":"2026-08-12T03:51:23","slug":"kajian-program-dan-pengembangan-museum-sulawesi-tengah-dorong-inovasi-dan-transformasi-berbasis-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/kajian-program-dan-pengembangan-museum-sulawesi-tengah-dorong-inovasi-dan-transformasi-berbasis-digital\/","title":{"rendered":"Kajian Program dan Pengembangan Museum Sulawesi Tengah Dorong Inovasi dan Transformasi Berbasis Digital"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"579\" src=\"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50-1024x579.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1011\" srcset=\"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50-1024x579.jpeg 1024w, https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50-300x170.jpeg 300w, https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50-768x434.jpeg 768w, https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50-1536x869.jpeg 1536w, https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50-18x10.jpeg 18w, https:\/\/museumsulawesitengah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-07-at-09.25.50.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bertempat di Auditorium, Museum Sulawesi Tengah menggelar Kajian Program dan Pengembangan Museum dengan tema \u201cStrategi Penguatan Fungsi Edukasi, Pelestarian, dan Transformasi Museum di Era Global\u201d pada Rabu, 5 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kajian ini dibuka oleh Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulawesi Tengah, Drs. RIM, M.Hum. dan dihadiri oleh narasumber, yakni Dr. Gazali, M.Pd. yang merupakan akademisi dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta akademisi Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Tadulako, yaitu Dr. Hasan, M.Hum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kajian Program dan Pengembangan Museum merupakan salah satu bentuk evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Museum Sulawesi Tengah. Melalui kajian ini, Museum berupaya menyusun program-program yang yang lebih relevan dengan harapan, masukan, dan ekspektasi pengunjung, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pembukaan, Drs. Rim, M.Hum., menyampaikan bahwa museum kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelestarian koleksi bersejarah, tetapi juga sebagai media komunikasi dan informasi antargenerasi. Menurutnya, museum merupakan wadah untuk menyampaikan berbagai informasi yang tersimpan di dalamnya kepada masyarakat luas. Dengan demikian, museum memiliki peran penting dalam mewariskan pengetahuan, nilai-nilai budaya, serta sejarah kepada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu dalam materi yang disampaikan oleh Dr. Hasan, M.Hum. Museum Sulawesi Tengah menyimpan kekayaan sejarah, budaya, nilai-nilai luhur, identitas masyarakat, serta kebanggaan daerah yang menjadi potensi besar dalam pengembangan museum. Oleh karena itu, Museum Sulawesi Tengah diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya, pusat edukasi masyarakat, laboratorium pembelajaran sejarah, serta pusat penelitian budaya dan sejarah daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, diantaranya pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal, program edukasi berbasis pengalaman yang masih terbatas, serta belum optimalnya fungsi museum sebagai pusat penelitian, edukasi, dan destinasi wisata budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Dr. Hasan, M.Hum menegaskan pentingnya penerapan inovasi dalam pengembangan museum. Menurutnya, setiap program yang dirancang harus didasarkan pada kebutuhan dan harapan pengunjung agar mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, Dr. Ghazali, M.Pd. menyampaikan bahwa reinventing museum atau pembaruan museum perlu terus dilakukan agar museum tetap relevan dengan dinamika masyarakat modern. Menurutnya, upaya tersebut harus berlandaskan pada tiga pilar utama, yaitu transformasi digital, inovasi edukasi, dan inklusivitas sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi imersif perlu menjadi perhatian dalam pengembangan museum karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik. Kehadiran teknologi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha yang tumbuh dan akrab dengan media visual serta teknologi digital. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman edukatif yang sesuai dengan karakteristik pengunjung masa kini.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bertempat di Auditorium, Museum Sulawesi Tengah menggelar Kajian Program dan Pengembangan Museum dengan tema \u201cStrategi Penguatan Fungsi Edukasi, Pelestarian, dan Transformasi Museum di Era Global\u201d pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kajian ini dibuka oleh Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulawesi Tengah, Drs. RIM, M.Hum. dan dihadiri oleh narasumber, yakni Dr. Gazali, M.Pd. yang merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"class_list":["post-1010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1010"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1017,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1010\/revisions\/1017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}