{"id":427,"date":"2026-03-09T06:33:10","date_gmt":"2026-03-09T06:33:10","guid":{"rendered":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/?page_id=427"},"modified":"2026-03-09T06:47:06","modified_gmt":"2026-03-09T06:47:06","slug":"pakaian-adat-suku-saluan-traditional-clothing-of-the-saluan-tribe","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/pakaian-adat-suku-saluan-traditional-clothing-of-the-saluan-tribe\/","title":{"rendered":"PAKAIAN ADAT SUKU SALUAN (TRADITIONAL CLOTHING OF THE SALUAN TRIBE)"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-primary-color has-text-color has-link-color wp-elements-faba9fc324bb3aaa0d897a33e095ced9\">Pakaian adat suku Saluan mempunyai warna dasar kuning dan merah. Pakaian adat Saluan pria bermodel baju kurung berkancing dan celana panjang (koja mantan). Hiasan pada pakaian adat pria adalah topi (sungkup) berbentuk lingkaran yang biasanya dipakai oleh lembaga adat, orang yang dituakan atau para pejabat. Bentuk topi yang kedua, yaitu topi yang diikat (singgan). Topi model ikat biasanyan digunakan untuk umum. Kain lingkar (saulu kodo), adalah kain yang berwarna hitam berhiaskan jahitan kuning emas dilingkarkan dipinggang dalam baju sampai di atas lutut. Kain selempang (hude). Alas kaki yang digunakan adalah alas kaki rata (solop) dan sepatu (min sapato)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-primary-color has-text-color has-link-color wp-elements-dcf12f859edea889373914c9bddace7e\">Pakaian adat wanita bermodel baju kebaya dan rok panjang (saulu mantan) dengan hiasan penutup dada (pangkulup sahaan) bermodel matahari bersudut 7. Bagian depan terdiri dari 5 sudut, bagian belakang terdiri dari 2 sudut. Tujuh sudut matahari dikaitkan dengan jumlah kecamatan di Kabupaten banggai. Bentuk rambut pada wanita yang pertama bermodel konde diputar (konde hopputi) yang biasanya digunakan untuk ibu-ibu. Model rambut kedua konde diikat dan dimasukan dalam rambut (konde hopenga). Model konde ini biasa digunakan para remaja. Sunting berbentuk kembang (kambang goyang) ditancapkan pada konde berjumlah 7 buah. Anting atau kerabu berbentuk bulat\/bola. Peniti emas 3 susun digunakan di kebaya. Gelang (poto karoncong) berjumlah 14 buah untuk tangan kanan dan kiri, cincin yang digunakan berbentuk bulat (sinsing bola). Hiasan dahi (siakan) menggunakan bedak, bermotif matahari dan alas kaki rata (solop) dan sepatu (min solop).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-link-color wp-elements-b2e9d9cd5327e53d00a997a423c05c15\" style=\"color:#880310\">The traditional clothing of the Saluan tribe has yellow and red as its base colors. The traditional Saluan men&#8217;s clothing consists of a buttoned baju kurung (bracket) and trousers (koja mantan). The decoration on the men&#8217;s traditional clothing is a circular hat (sungkup) typically worn by traditional institutions, elders, or officials. The second type of hat is the tied hat (singgan). The tied hat is usually worn by the public. The circular cloth (saulu kodo) is a black cloth decorated with gold stitching that is wrapped around the waist inside the shirt and reaches above the knees. The sash (hude) is worn. The footwear worn is flat shoes (solops) and shoes (min sapato).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-link-color wp-elements-54128a696b827fa3f43ab5cf20ce899c\" style=\"color:#880310\">Traditional women&#8217;s clothing is a kebaya and long skirt (saulu mantan) with a chest covering (pangkulup sahaan) decorated with a 7-pointed sun. The front consists of 5 corners, the back consists of 2 corners. The seven corners of the sun are associated with the number of sub-districts in Banggai Regency. The first hairstyle for women is a twisted bun (konde hopputi) which is usually worn by mothers. The second hairstyle is a bun tied and tucked into the hair (konde hopenga). This bun style is usually used by teenagers. 7 flower-shaped sunting (kambang goyang) are inserted into the bun. Earrings or kerabu are round\/ball-shaped. 3 layers of gold pins are used in the kebaya. 14 bracelets (poto karoncong) are worn on the right and left hands, and the rings are round (sinsing bola). The forehead decoration (siakan) uses powder, with a sun motif, and flat footwear (solops) and shoes (min solops)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-link-color wp-elements-60109ae929dfce7dd18f8bcba7797143\" style=\"color:#880310\">    <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pakaian adat suku Saluan mempunyai warna dasar kuning dan merah. Pakaian adat Saluan pria bermodel baju kurung berkancing dan celana panjang (koja mantan). Hiasan pada pakaian adat pria adalah topi (sungkup) berbentuk lingkaran yang biasanya dipakai oleh lembaga adat, orang yang dituakan atau para pejabat. Bentuk topi yang kedua, yaitu topi yang diikat (singgan). Topi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-427","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=427"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/427\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":433,"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/427\/revisions\/433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/museumsulawesitengah.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}