Selain perlengkapan ritual, pakaian dan aksesoris yang dikenakan anak dalam upacara sunatan berperan penting dalam menciptakan suasana sukacita sekaligus menyampaikan pesan budaya. Setiap kain dan perhiasan tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga menjadi simbol doa, harapan, dan dukungan dari keluarga serta komunitas.
Aksesoris sunatan meliputi:
- Baju Poko’, blus tradisional yang melambangkan kesucian dan kesiapan memasuki fase baru kehidupan. Umumnya berwarna cerah seperti putih, kuning, atau merah, serta dihiasi sulaman atau passapu (manik-manik) sebagai simbol keceriaan dan harapan hidup yang murni.
- Sarung Donggala (Buya Sabe), sarung tenun khas yang dikenakan sebagai simbol perlindungan dan keanggunan. Motif seperti buya bomba atau subi dipercaya membawa kekuatan, keberuntungan, dan nilai-nilai leluhur agar anak tumbuh berintegritas dan dihormati.
- Gelang Panjang (Ponto Ndate), dikenakan di lengan atau kaki sebagai lambang kasih sayang dan dukungan keluarga. Bunyi gemerincingnya diyakini mengusir gangguan serta menambah suasana bahagia, sebagai doa agar anak hidup dikelilingi perhatian dan cinta.
- Anting-Anting (Dali Taroe), melambangkan kepekaan dan kewaspadaan. Selain memperindah, anting-anting diharapkan membentuk pribadi yang bijak, peka, dan seimbang dalam kehidupan.
Keseluruhan pakaian dan aksesoris ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menjadi media pewarisan nilai-nilai luhur seperti kebahagiaan, perlindungan, kasih sayang, dan kebijaksanaan.
In addition to ritual equipment, the clothing and accessories worn by children during circumcision ceremonies play a crucial role in creating a joyful atmosphere while conveying cultural messages. Each fabric and piece of jewelry not only enhances appearance but also serves as a symbol of prayers, hopes, and support from family and the community.
The circumcision accessories include:
- Baju Poko’ – a traditional blouse symbolizing purity and readiness to enter a new phase of life. It is usually brightly colored, such as white, yellow, or red, and adorned with embroidery or passapu (beads) representing joy and a pure life.
- Sarung Donggala (Buya Sabe) – a distinctive woven sarong worn as a symbol of protection and elegance. Patterns such as Buya Bomba or Subi are believed to bring strength, luck, and ancestral values, guiding the child to grow with integrity and respect.
- Gelang Panjang (Ponto Ndate) – bracelets worn on the arms or legs, symbolizing familial love and support. Their jingling sound is believed to ward off disturbances and enhance happiness, serving as a prayer for the child to be surrounded by care and affection.
- Earrings (Dali Taroe) – representing sensitivity and awareness. Beyond decoration, earrings are intended to nurture a wise, perceptive, and balanced character in life.
Together, these garments and accessories not only showcase visual beauty but also act as a medium for passing down noble values such as happiness, protection, love, and wisdom.