BALIA

  • Persiapan: Keluarga menyiapkan sesajen berupa nasi ketan, telur ayam, daun sirih, pinang, dan tuak sebagai bentuk penghormatan kepada roh leluhur.
  • Pemanggilan Roh: sando memasuki kondisi trance sambil membacakan mantra untuk memanggil arwah nenek moyang. Dalam keadaan ini, roh diyakini merasuki tubuh sando dan berbicara melalui mulutnya.
  • Diagnosis dan Penyembuhan: Roh leluhur akan mengungkapkan penyebab penyakit dan cara penyembuhannya, yang dapat berupa ramuan herbal, pantangan, atau ritual lanjutan.
  • Penutupan: Ritual diakhiri dengan pembacaan doa dan pembersihan tempat serta peserta upacara untuk mengusir energi negatif.
  • Traditional woven cloth (mbesa), used as a mat or covering during the ceremony.
  • Holy water and various leaves for purification and healing.