Senin, 22 Juni 2026 Museum Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Kajian Tata Pamer yang berlangsung di Ruang Audio Visual Museum Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala UPT Taman Budaya dan Museum, Drs. RIM, M.Hum. Dalam pembukaan ini beliau turut menyampaikam tujuan dari kegiatan tersebut yakni membenahi dan mengevaluasi gedung Pameran Tetap I baik dari aspek tata letak, pencahayaan, suhu, kelembapan, serta juga pemanfaatan sistem informatika.
Adapun narasumber Kajian Tata Pamer ini yaitu Dr. Anita Ahmad Kasim, S.Kom., M.Cs selaku dosen Teknologi Informasi dan Ar. Ir. Gator Timbang, ST., MT selaku dosen Arsitektur Universitas Tadulako.
Dr. Anita menyampaikan Museum harus mampu beradaptasi dengan karakteristik masyarakat saat ini yang berbasis digital. Beliau juga menambahkan bahwa peran teknologi dapat menguatkan nilai edukasi serta daya tarik pengunjung. Oleh karena itu, penerapan Smart Museum di era Society 5.0 sangat dibutuhkan seperti pemanfaatan QR Code dan RFID, Konsep AI dalam pengelolaan Museum, Pemanfaatan AI untuk digitalisasi koleksi, serta konsep AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) atau interactive storytelling.
Sedangkan Ar. Ir. Gator menekankan bahwa Museum harus meyelaraskan ekspresi tata pamer dengan ekspektasi pengunjung sehingga perlu memperhatikan pola sirkulasi pengunjung, pengelompokan objek pamer, elemen pendukung seperti, pencahayaan, panel informasi, suhu, dan kelembapan.
Peserta Kajian Tata Pamer terdiri dari 20 mahasiswa/i Arsitektur dan 20 mahasiswa/i Teknologi Informasi Universitas Tadulako. Dalam kesempatan ini, selain menerima materi dari narasumber, peserta kajian juga diberikan kesempatan untuk bertanya pada sesi diskusi terkait Tata Pamer Museum.
Pentingnya Kajian Tata Pamer tersebut menunjukkan bahwa perlu penyesuaian antara tata pamer Museum dengan teknologi yang berkembang saat ini karena Museum merupakan lembaga pendidikan non formal yang senantiasa beradaptasi dengan zaman dan masyarakat.
